Jumat, 03 Juni 2011

HEMOGLOBIN

Hemoglobin

Hemoglobin merupakan molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah.

GUNA HEMOGLOBIN

Mengatur pertukaran O2 dan Co2 dalam jaringan tubuh

Mengambil O2 dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar

Membawa CO2 dari jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk dibuang

JENIS HEMOGLOBIN YANG NORMAL :

· Dalam embrio:

Gower 1 (ζ 2 ε 2)

Gower 2 (α 2 ε 2)

Hemoglobin Portland (ζ 2 γ 2)

· Pada janin:

Hemoglobin F (α 2 γ 2)

· Pada orang dewasa:

Hemoglobin A (α 2 β 2) yang paling umum dengan jumlah normal lebih dari 95%

Hemoglobin A 2 (α 2 δ 2) sintesis rantai δ dimulai akhir pada trimester ketiga dan pada orang dewasa, ia memiliki kisaran normal 1,5 - 3,5%

Hemoglobin F (α 2 γ 2)

HEMOGLOBIN NORMAL PADA ORANG DEWASA

Hemoglobin normal pada orang dewasa, dibagi menjadi:

* Hb A1 (95%-98%)

terdiri dari 2 rantai alpha(α) dan 2 rantai beta(β).

* Hb A2 (2%-3,5%)

terdiri dari 2 rantai alpha (α) dan 2 rantai delta (δ).

* Hb F (<2%)

terdiri dari 2 rantai alpha(α) dan 2 rantai gamma(γ). Hb F ini mempunyai daya serap (afinitas) lebih tinggi terhadap oksigen dibandingkan HbA (Merupakan mekanisme adaptasi terhadap tekanan oksigen yang rendah di plasenta)

SINTESA HEMOGLOBIN

Hemoglobin ( Hb) terdiri dari Heme dan Globin. Heme terdiri dari Fe dan protoporfirin sedangkan Globin terdiri dari sepasangang rantai alfa dan non-alfa.

Hb disintesis melalui rangkaian reaksi biokimia yang kompleks yang melibatkan enzym dalam mitokondria dan didalam sitosol sel.

SINTESIS HEME

Terjadi di mitokondria,diawali dengan kondensasi suksinil KoA dan glisin dengan bantuan enzim delta-aminolevulinac acid (ALA) sintetase. Koenzim yang berperan adalah piridoksal fosfat (vitamin B6), dimana produksinya dirangsang oleh erytropoetin. Reaksi ini akan menghasilkan delta-aminolevulinac acid. Molekul ini diangkut ke sitosol dimana serangkaian reaksi menghasilkan struktur cincin yang disebut coproporphyrinogen III. Molekul ini kembali ke mitokondria dimana reaksi tambahan menghasilkan protoporhyrin IX. Ferrochelatase adalah enzim yang memasukkan cincin besi (Fe++) ke dalam struktur protoporphyrin IX untuk membentuk heme.

SINTESIS GLOBIN

· Globin merupakan suatu senyawa protein

· Globin disintesis di ribosom

· Heme yang telah terbentuk kemudian akan bersatu dengan globin di dalam suatu kantong untuk membentuk hemoglobin

HEMOGLOBIN ABNORMAL

ü Hemoglobin C

Hemoglobin C adalah hasil mutasi pada gen globin beta dan merupakan hemoglobin dominan yang ditemukan pada orang dengan penyakit hemoglobin C (α2βC2). Penyakit Hemoglobin C ini relatif tidak berbahaya, gejalanya berupa anemia hemolitik ringan dan splenomegaly.

ü Hemoglobin E

Varian ini hasil dari mutasi pada rantai beta hemoglobin. Orang-orang dengan penyakit hemoglobin E memiliki anemia hemolitik ringan dan splenomegaly ringan. Hemoglobin E adalah umum di Asia.

ü Hemoglobin Constant Spring

Sebuah varian di mana mutasi pada gen globin alfa menghasilkan rantai globin alpha yang abnormal. Kuantitas hemoglobin dalam sel rendah karena dua alasan. Pertama, utusan RNA untuk hemoglobin Constant Spring tidak stabil. Beberapa rusak sebelum sintesis protein. Kedua, Spring Constant rantai alfa protein itu sendiri tidak stabil. Hasilnya adalah thalassemic fenotipe. ( Penetapan Constant Spring berasal dari isolasi varian hemoglobin dalam sebuah keluarga dari latar belakang etnis Cina dari distrik Spring Constant Jamaika.)

ü Hemoglobin Barts

Berkembang pada janin dengan empat-gen talasemia alfa penghapusan. Dengan empat-gen talasemia alfa penghapusan maka tidak ada rantai alfa dihasilkan. Rantai gamma yang dihasilkan selama perkembangan janin bergabung membentuk rantai gamma tetramers, sehingga transportasi oksigen buruk. Kebanyakan individu dengan empat penghapusan gen talasemia mati dalam rahim (hydrops fetalis).

HEMOGLOBINOPATI

Kelainan/mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati. Contoh kelainan ini adalah anemia sel sabit atau sickle cell anemia.

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN METODE CYANMETH

Pemeriksaan kadar hemoglobin cara Photoelektrik kolorimetri(Hb Cyanmeth) merupakan pemeriksaan yang lebih teliti dibandingkan dengan cara Visual( Hb Sahli). Tingkat faktor kesalahan hanya berkisar kira-kira 2%.

Prinsip pemeriksaan

Prinsip pemeriksaan → Derivat hemoglobin dalam darah kecuali verdoglobin akan diubah secara kuantitatif menjadi hemoglobincyanide(Cyanmethemoglobin) dengan menggunakan larutan pereaksi, di mana reagen yang sudah siap pakai dalam kit. Maka proses reaksi yang sempurna hanya terjadi dalam waktu 3 menit, warna yang terbentuk sangat stabil dan dapat diukur dengan fotometer.

Macam – macam derivat Hb dalam darah :

  1. Methemoglobin
  2. Karboxyhemoglobin
  3. Sulfhemoglobin.

CARA KERJA

1. Sediakan 2 tabung reaksi. Masing-masing diisi :

Inkubasi selama 3 menit.

2. Operasional fotometer 4010:

a. Hidupkan fotometer ( inkubasi ± 15menit).

b. Hidupkan pump/ alat penghisap.

c. Atur :

· Panjang gelombang : 546

· Program : C/F

· Faktor : 36,8

d. Bilas kuvet dan keringkan.

e. Masukkan Blanko, tekan Zero.

f. Keringkan kuvet.

g. Masukkan sampel,

h. tekan Result, baca hasilnya.

HARGA NORMAL HEMOGLOBIN CYANMETH

§ Wanita : 12 – 16 g/dl

§ Pria :14 – 18 g/dl

§ Bayi baru lahir : 16 – 25 g/dl

§ Infants :10 – 15 g/dl

§ Young children :11 – 14 g/dl

§ Anak-anak :12 – 16 g/dl

Faktor yang mengganggu dalam pembacaan fotokolorimetr adalah kekeruhan berat yang dapat disebabkan oleh leukositosis, lipemia, dan adanya globulin abnormal (macroglobulinemia).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar